![]() |
***** Liputan *****
Martial Arts Seminar
( Tgl. 25 Mei 2002 - 26 Mei 2002 )
Tanggal 25-26 Mei 2002 para martial artist mendatangi Kota Gudeg. Tapi jangan salah dulu mereka bukan mau bertarung seperti dalam UFC, tetapi mereka dating dalam rangka Martial Arts Seminar. Yang datang? Ada Lam Ting dari Tae Kwon Do, Hakim dari Aikido, San Moon dari ninjutsu NIC. Ben Haryo dari Wado Ryu Karate dan Traditional Jujutsu. Jesse Ariesta dari Brazilian Jujutsu, Yoyok Suryadi dari Tae Kwon Do, dan Bapak Agung dan Purwo dari IPSI (Pencak Silat).
Penyelenggara acara ini adalah UKM Tae Kwon Do Universitas Atma Jaya Yogyakrta bekerjasama dengan Fukaseba. Omong-omong seminar ini lain dari pada yang lain para peserta punya kesempatan untuk ikut berlatih berbagai macam Martial Art. "Yang menarik dari seminar ini adalah kami juga dapat berlatih." Kata salah seorang peserta. Pada sesi Aikido, Pak Hakim memulainya dengan penghormatan yang khas ala Aikido. Kemudian ia menjelaskan makna Aikido, Ai berarti harmoni, ki berarti jiwa, do berarti jalan, berarti Aikido berarti Jalan Jiwa yang Harmoni. Lalu mulailah dengan pemanasan dengan relaksasi dan konsentrasi ke Tandien. Beliau juga menjelaskan bahwa posisi alamiah merupakan posisi paling kuat. "Pada saat rileks kita menyatu dengan alam" kata Pak Hakim. Kemudian dilanjutkan dengan aplikasi penggunaan Ki untuk pelepasan dari pegangan lawan dan membanting."Semakin benci kita pada lawan semakin sulit, bayangkan sahabatatau orang yang dicintai" kata Pak Hakim ketika menjelaskan "How to expand energy." Ketika memberikan pelajaran tentang cara menghadapi senjata Beliau memberikan kiat "Jangan memfokuskan pada benda yang ditakuti karena dapat menimbulkan rasa takut, apapun harus dihadapai dengan rileks masalahnya bukan ilmunya tetapi jiwanya."
Kemudian sesi selanjutnya diisi oleh Pak San Moon dari NIC (Ninjutsu Indonesia Club). Beliau juga pernah berperan dalam iklan Digitec Ninja. Beliau menjelaskan bahwa Ninja bukan berasal dari kaum samurai tetapi petani. Menurut beliau pedang khas Ninja, Ninja To, dipungut dari sisa perang dari kaum samurai. Kemudian sesi ini juga diajarkan teknik menggunakan shuriken dan sumpit. Dalam kesempatan ini Lam Ting seorang Tae Kwon Do-in yang juga soerang artis film laga. Mengatakan bahwa "Sebagus-bagusnya pelatih ia hanya bisa menunjukkan jalan tercepatmencapai tujuan, tetapi semua tergantung dari murid itu sendiri mau melakukan atau tidak. No pain no gain." Dalam sesinya doi memberikan trik-trik martial art dalam adegan laga. Wah peserta jadi ngerasain gimana sih maen film laga. Pak Sai Ho dari kung fu Naga Biru memberikan latihan-latihan pernafasan khas kung fu seperti Tai Chi. Ketika Ben Haryo menawarkan pada peserta mana yang lebih mereka minati "Karate" atau "Jujutsu". Para peserta menjawab "Jujutsu". Akhirnya Ben Haryo menunjukan teknik-teknik traditional jujutsu. Tradisi masih terlihat dalam peragaan teknik jujutsunya. Yaitu tradisi yang meliputi tradisi duduk sama rata dan tradisi kewaspadaan yang terlihat dari cara pemberian senjata ke lawan. Kemudian tentu saja seluruh peserta dapat ikut mempraktekan teknik jujutsu ini.
Kemudian di hari berikutnya, sesi pertama dimulai dengan beladiri dari tanah air yaitu pencak silat. Sesi ini disajikan Pak Agung dan Pak Purwo yang mewakili IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Beliau menjelaskan bahwa ada 820 aliran pencak di Indonesia. Dalam sesi ini beliau memberikan teknik pertandingan (Sport) dari pencak silat, yaitu teknik bantingan. "Semakin dekat ke titik equilibrium semakin mudah malakukan bantingan" kata Pak Agung. Pak Yoyok Suryadi menyajikan Competition Tae Kwon Do dalam sesiny. Diawali dengan senam yang merupakan metode meditasi tae kwon do atau zen system yang dilakukan dalam suasana meditasi.Senam ini dilakukan untuk melemaskan pikiran dan tubuh."Kekuatan pikiran lebih besar dari kekuatan otot" kata Pak Yoyok. Beliau mengatakan bahwa kunci dari Competition Tae Kwon Do adalah timing dan jarak. Dalam kompetisi harus disiapkan sikap mental, yaitu seikap mental untuk mengalahkan tantangan dalam diri sendiri, sikap mental terhadap lawan "yang paling berjasa adalah lawan bukan pelatih", kemudian sikap mental terhadap hasil pertandingan. Dalam sesi ini Pak Yoyok memberikan teknik-teknik tendangan. Kemudian, mungkin para user sering lihat aksi Brazilian Jujutsu di UFC. Kali ini sesi Brazilian Jujutsu dibawakan oleh Jessy Ariesta yang wajahnya sering muncul sebagai pembicara di acara UFC. Doi anggota Brazilian Jujutsu dari Maquila Team. Dalam sesi ini doi berpendapat "Lebih baik punya satu teknik gunanya banyak daripada banyak teknik gunanya satu." Diawali dengan pemanasan posisi berbaring yang khas kemudian diteruskan dengan pemberian teknik ground fighting. Seminar ini merupakan seminar antar martial art pertama kali di Indonesia. Gimana para user tertarik nggak untuk ngikutin acara seminar seperti ini? (RES) .
Home | Redaksi | Iklan | Diskusi | Kontak
Email Gratis | Pengelola | Link