![]() |
![]()
SEKILAS TENTANG JUJUTSU
( Bela Diri "Kuno" Yang Tetap Efektif )
.
Bangsa Jepang selama berabad-abad telah menciptakan bermacam-macam seni bela diri, yang sebagian besar masih ada hingga kini. Salah satu seni bela diri Jepang yang tertua adalah JUJUTSU, yang kadang-kadang dilafalkan oleh orang Non-Jepang sebagai JU JITSU atau JIU JITSU. Seni bela diri Jujutsu ini diciptakan oleh para prajurit Samurai sejak tahun 880-1868 M, dan sampai sekarang masih dianggap sebagai seni bela diri yang sangat efektif untuk sarana pembelaan diri, terutama bagi para penegak hukum. Bahkan jajaran Keitsatsukai ( Kepolisian Jepang ) dan LAPD ( Los Angeles Police Department ) masih mengajarkan Jujutsu sebagai bagian dari pembekalan anggotanya dalam bertugas. Bukan cuma para polisi saja yang mempelajari Jujutsu. Para anggota tentara di Amerika, Jepang dan Indonesia juga mempelajari Jujutsu untuk memperkaya materi HTHC ( Hand To Hand Combat ).
Seni bela diri yang sudah berusia ratusan tahun ini ternyata tidak hanya unggul di medan perang, akan tetapi juga amat berguna sebagai sarana mengukir prestasi di bidang olah raga. Pada awal tahun 1970an sampai awal tahun 1990an, nama seni bela diri Jujutsu sempat terkubur oleh popularistas seni bela diri Jepang lainnya seperti Karate, Judo, Kempo dan Aikido. Baru pada akhir tahun 1993 nama Jujutsu mulai menanjak lagi setelah Royce Gracie, penyandang Dan IV Jujutsu dari Brazil berhasil memenangkan kejuaraan UFC, sebuah pertarungan bebas. Gracie memenangkan turnamen sebanyak 3 kali dan menyandang rekor 12 kali menang dengan satu kali seri. Para ahli Jujutsu kembali berjaya di dunia olah raga dengan kemenangan-kemenangan gemilang dalam berbagai pertandingan "Vale Tudo" di seluruh dunia.
Home | Redaksi | Iklan | Diskusi | Kontak
Email Gratis | Pengelola | Link